FILOSOFI MENGAJAR
Pengalaman selama PPL, perkuliahan PPG, pembelajaran berdiferensiasi, Growth Mindset, serta refleksi berkelanjutan membentuk cara pandang saya terhadap peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, dan penuntun tumbuh kembang peserta didik.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi dasar cara pandang saya selama PPL. Saya belajar bahwa tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi menuntun peserta didik agar berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya. Pada awal PPL, fokus saya lebih banyak pada bagaimana materi Informatika tersampaikan dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, saya memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari materi yang selesai, tetapi dari sejauh mana siswa benar-benar belajar dan berkembang.
Pengalaman mengajar membuat saya memahami bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan pemahamannya sendiri. Saat mengajarkan materi aritmatika, casting, dan konversi suhu menggunakan Python, saya mulai mengurangi dominasi penjelasan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba, berdiskusi, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Melalui perkuliahan PPG dan pengalaman mengajar, saya belajar bahwa kemampuan siswa dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan dukungan yang tepat. Ketika menemui siswa yang kesulitan memahami konsep pemrograman, saya tidak lagi melihatnya sebagai keterbatasan permanen. Saya berusaha memberikan kesempatan untuk mencoba kembali, memberikan umpan balik, dan membangun keyakinan bahwa setiap siswa dapat berkembang.
Selama PPL saya menemukan bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan kemampuan, minat, motivasi belajar, hingga kebutuhan khusus memerlukan pendekatan yang berbeda pula. Pengalaman mendampingi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih membuat saya semakin memahami pentingnya empati, kesabaran, dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran.
Salah satu perubahan terbesar dalam cara pandang saya adalah memahami bahwa tidak semua siswa belajar dengan cara yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi membantu saya menyesuaikan strategi belajar berdasarkan kesiapan, minat, dan kebutuhan peserta didik. Saya belajar memberikan bantuan lebih kepada siswa yang membutuhkan, sekaligus memberi tantangan tambahan kepada siswa yang sudah lebih siap.
Filosofi mengajar saya saat ini berpusat pada proses refleksi yang terus menerus. Setiap pembelajaran selalu memberikan pengalaman baru yang dapat dijadikan bahan evaluasi. Umpan balik dari guru pamong, dosen pembimbing, dan peserta didik membantu saya berkembang menjadi calon guru yang lebih adaptif. Saya percaya bahwa guru yang baik bukanlah guru yang sempurna, tetapi guru yang terus belajar dan memperbaiki diri.
REFLEKSI AKHIR
Pengalaman PPL di SMAN 24 Bandung mengubah cara pandang saya terhadap profesi guru. Saya tidak lagi memandang pembelajaran sebagai proses transfer pengetahuan semata, tetapi sebagai proses mendampingi peserta didik agar mampu berkembang sesuai potensinya.
Guru hadir untuk menuntun, memfasilitasi, memberikan umpan balik, dan menciptakan ruang belajar yang aman bagi setiap siswa. Saya percaya bahwa setiap peserta didik dapat berkembang ketika diberi kesempatan, dukungan, dan lingkungan belajar yang tepat.