REFLEKSI PPL
Praktik Pengalaman Lapangan di SMAN 24 Bandung memberikan pengalaman berharga mengenai perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, strategi mengajar, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan profesional sebagai calon guru Informatika.
Saya belajar bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan saat mengajar, tetapi dimulai dari perencanaan yang matang. Modul ajar, media, LKPD, dan asesmen harus saling terhubung agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Pada awal PPL saya mencoba menggunakan pendekatan inquiry pada materi aritmatika. Setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing, saya belajar menyesuaikan strategi dan menggunakan direct learning ketika kondisi kelas membutuhkan arahan yang lebih jelas.
Melalui materi VS Code, Casting, dan Konversi Suhu Python, saya memahami bahwa teknologi bukan hanya alat praktik, tetapi juga media untuk membangun logika berpikir dan pemecahan masalah peserta didik.
Setiap siswa memiliki kesiapan dan kecepatan belajar yang berbeda. Saya belajar menerapkan pembelajaran berdiferensiasi agar seluruh peserta didik dapat terlibat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.
Selama PPL saya belajar bahwa guru tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan guru pamong, dosen pembimbing, rekan mahasiswa PPG, dan warga sekolah membantu meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan.
Refleksi setelah mengajar menjadi proses yang sangat penting. Melalui refleksi saya dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan langkah perbaikan sehingga kemampuan profesional terus berkembang.